Sabtu, 21 Juli 2012

TUGAS FILSAFAT ILMU


TUGAS
 FILSAFAT ILMU
1.      Berdasarkan Artikel Tanya jawab, buatlah 1 pertanyaan!
Jawaban:
Dari artikel yang ditulis oleh Jacob Sumardjo menyatakan bahwa budaya / tradisi  manusia Indonesia lebih suka mendengarkan jawaban dari pada bertanya .
Apakah yang menyebabkan manusia Indonesia  memiliki budaya tidak senang bertanya dan bagaimanakah cara yang efektif  untuk menumbuhkan budaya bertanya pada manusia Indonesia ?

2.      Menurut Albert Einstein, pemenang hadiah nobel bidang ilmu fisika, mengemukakan teori “  Ilmu tanpa agam buta
Agama tanpa Ilmu lumpuh
Apakah maksud tersembunyi dibalik pernyataan itu?
Pembahasan :
Pengertian Ilmu
Ilmu adalah pengetahuan yang didapatkan melalui proses kegiatan ilmiah dan telah teruji kebenarannya berdasarkan dalil-dalil yang sahih yang berlaku universal. Dalam konteks filsafat, obyek material ilmu dapat dibagi ke dalam ilmu alam dan ilmu sosial. Ilmu alam melahirkan sejumlah obyek formal yang dikaji oleh dan menurut disiplin ilmunya seperti biologi, kimia, fisika, farmasi dan lain-lain. Sedangkan yang tercakup ke dalam Ilmu-ilmu sosial berupa sosiologi, politik, ekonomi, hukum dan lain-lain
Pengertian Agama
Agama adalah pesan yang diberikan Tuhan untuk membantu manusia mengenal Tuhan dan mempersiapkan manusia untuk menghadap Tuhan. Agama berurusan dengan nilai atau makna, agama mendekati realitas secara sintesis, agama merupakan penuntun arah menuju tujuan yang hakiki, yang memiliki karakteristik  sebagai berikut :
1.      Kepercayaan kepada wujud supranatural (Tuhan),
2.      Pembedaan antara obyek sakral dan profan,
3.      Tindakan ritual yang berpusat pada obyek.
4.      Tuntutan moral yang diyakini ditetapkan oleh Tuhan.
5.      Cenderung bangkit di tengah-tengah obyek sakral atau ketika menjalankan ritual, dan perasaan yang khas agama (ketakjuban, perasaan misteri, rasa bersalah, pemujaan), yang cenderung bangkit di tengah-tengah obyek sakral atau ketika menjalankan ritual, dan yang dihubungkan dengan gagasan ketuhanan.
6.      Sembahyang dan bentuk-bentuk komunikasi lainnya dengan Tuhan,
7.      Pandangan dunia atau gambaran umum tentang dunia, cara keseluruhan dan tempat individu di dalamnya.
8.      Pengelolaan kehidupan yang bersifat menyeluruh, yang didasarkan pada pandangan dunia,
9.       Kelompok sosial yang diikat bersama oleh hal-hal di atas
Ilmu Tanpa Agama Buta, Agama Tanpa Ilmu Lumpuh
Ilmu dan agama merupakan dua instrumen penting bagi manusia untuk menatadiri, berperilaku, bermasyarakat, berbangsa, bernegara serta bagaimana manusia memaknai hidup dan kehidupan. Keduanya diperlukan dalam mendorong manusia untuk hidup secara benar. Sebagai makhluk berakal, manusia sangat menyadari kebutuhannya untuk memperoleh kepastian, baik pada tataran ilmiah maupun ideologi. Melalui ilmu, manusia berhubungan dengan realitas dalam memahami keberadaan diri dan lingkungannya. Sedangkan agama menyadarkan manusia akan hubungan keragaman realitas tersebut, untuk memperoleh derajat kepastian mutlak, yakni kesadaran akan kehadiran Tuhan. Keduanya sama-sama penjelajahan realitas. Agama berhubungan dengan Tuhan, ilmu berhubungan dengan alam, agama membersihkan hati, ilmu mencerdaskan otak, agama diterima dg iman, ilmu diterima dengan logika. Meski demikian, , ilmu & agama selalu tarik menarik dan berinteraksi satu sama lain. Terkadang antara keduanya akur, bekerjasama atau sama-sama kerja, , terkadang saling menyerang & menghakimi, agama memandang ilmu itu sesat, sebaliknya ilmu memandang perilaku keagamaan itu  sebagai  kedunguan. Ilmu butuh agama, demi kepentingan, agar orang tidak sewenang-wenang dan mencelakakan orang lain dengan ilmu yang mereka miliki, ilmuwan tanpa agama adalah bencana karena tidak memiliki  rasa tanggung jawab moral sehingga akan menggunakan ilmunya untuk kepentingan sendiri tanpa peduli  dengan sesama,jadi jelaslah bahwa  Ilmu tanpa agama buta.
Agama belajar dari ilmu, tentang cara-cara apa yang akan menyumbang pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditetapkannya.  Dengan ilmu yang benar kita bisa lebih benar dalam menjalankan ajaran agama, lurus jalannya. Agama tanpa ilmu akan sesat di kegelapan, betapa banyak dari kita beramal tanpa didasari ilmu pengetahuan yang cukup, padahal setiap ibadah yang kita lakukan haruslah berada dalam tuntunan ilmu yang cukup. Tanpa ilmu kita tidak akan mampu mengembangkan pikiran kita sehingga kita tidak bisa berbuat banyak untuk hal-hal yang bermanfaat bagi orang banyak. Meskipun ajaran suatu agama sangat mulia, akan tetapi kalau manusia yang mentafsirkan ajaran tersebut dengan cara yang salah karena kurangnya ilmu, maka ilmu dan teknologi apapun juga dapat menjadi hal yang mengerikan. , Sebaik apapun agama kita,  tanpa ilmu maka kita tak tau mana yang benar dan mana yang salah, serta mudah diperalat oleh orang lain. Dan hal ini juga akan mengakibatkan kehancuran, malapetaka juga.
Jadi jelaslah bahwa  agama tanpa ilmu lumpuh

 Kesimpulannya bahwa agama dan ilmu saling terkait dan saling ketergantungan satu sama yang lain agar terjadi keseimbangan yang bisa menghasilkan karya yang bermanfaat dalam menata diri, berperilaku, bermasyarakat, berbangsa, bernegara serta bagaimana manusia memaknai hidup dan kehidupan. Keduanya ibarat dua mata uang yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Keduanya harus kita pelajari secara mendalam, sebagai penuntun kita dalam menjalani kehidupan. Buta dan lumpuh akan menjadi kendala dalam kehidupan, maka jangan pernah tinggalkan agama dan ilmu, agar hidup lebih bermakna.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar