TUGAS
FILSAFAT ILMU
1.
Berdasarkan
Artikel Tanya jawab, buatlah 1 pertanyaan!
Jawaban:
Dari artikel yang ditulis oleh Jacob
Sumardjo menyatakan bahwa budaya / tradisi
manusia Indonesia lebih suka mendengarkan jawaban dari pada bertanya .
Apakah yang menyebabkan manusia
Indonesia memiliki budaya tidak senang
bertanya dan bagaimanakah cara yang efektif untuk menumbuhkan budaya bertanya pada manusia
Indonesia ?
2.
Menurut Albert Einstein, pemenang hadiah nobel bidang ilmu
fisika, mengemukakan teori “
Ilmu tanpa agam buta
Agama tanpa Ilmu lumpuh
Apakah maksud tersembunyi dibalik
pernyataan itu?
Pembahasan
:
Pengertian
Ilmu
Ilmu adalah pengetahuan yang
didapatkan melalui proses kegiatan ilmiah dan telah teruji kebenarannya
berdasarkan dalil-dalil yang sahih yang berlaku universal. Dalam konteks
filsafat, obyek material ilmu dapat dibagi ke dalam ilmu alam dan ilmu sosial.
Ilmu alam melahirkan sejumlah obyek formal yang dikaji oleh dan menurut
disiplin ilmunya seperti biologi, kimia, fisika, farmasi dan lain-lain.
Sedangkan yang tercakup ke dalam Ilmu-ilmu sosial berupa sosiologi, politik,
ekonomi, hukum dan lain-lain
Pengertian
Agama
Agama adalah pesan yang diberikan
Tuhan untuk membantu manusia mengenal Tuhan dan mempersiapkan manusia untuk menghadap
Tuhan. Agama berurusan dengan nilai atau makna, agama mendekati realitas secara
sintesis, agama
merupakan penuntun arah menuju tujuan yang hakiki, yang memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Kepercayaan kepada wujud
supranatural (Tuhan),
2. Pembedaan antara obyek sakral dan
profan,
3. Tindakan ritual yang berpusat pada
obyek.
4. Tuntutan moral yang diyakini
ditetapkan oleh Tuhan.
5. Cenderung bangkit di tengah-tengah
obyek sakral atau ketika menjalankan ritual, dan perasaan yang khas agama
(ketakjuban, perasaan misteri, rasa bersalah, pemujaan), yang cenderung bangkit
di tengah-tengah obyek sakral atau ketika menjalankan ritual, dan yang
dihubungkan dengan gagasan ketuhanan.
6. Sembahyang dan bentuk-bentuk
komunikasi lainnya dengan Tuhan,
7. Pandangan dunia atau gambaran umum
tentang dunia, cara keseluruhan dan tempat individu di dalamnya.
8. Pengelolaan kehidupan yang bersifat
menyeluruh, yang didasarkan pada pandangan dunia,
9. Kelompok sosial yang diikat bersama oleh hal-hal di atas
Ilmu Tanpa Agama Buta, Agama Tanpa Ilmu Lumpuh
Ilmu dan agama merupakan dua
instrumen penting bagi manusia untuk menatadiri, berperilaku, bermasyarakat,
berbangsa, bernegara serta bagaimana manusia memaknai hidup dan kehidupan.
Keduanya diperlukan dalam mendorong manusia untuk hidup secara benar. Sebagai
makhluk berakal, manusia sangat menyadari kebutuhannya untuk memperoleh
kepastian, baik pada tataran ilmiah maupun ideologi. Melalui ilmu, manusia
berhubungan dengan realitas dalam memahami keberadaan diri dan lingkungannya.
Sedangkan agama menyadarkan manusia akan hubungan keragaman realitas tersebut,
untuk memperoleh derajat kepastian mutlak, yakni kesadaran akan kehadiran
Tuhan. Keduanya sama-sama penjelajahan realitas. Agama
berhubungan dengan Tuhan, ilmu berhubungan dengan alam, agama membersihkan
hati, ilmu mencerdaskan otak, agama diterima dg iman, ilmu diterima dengan
logika. Meski demikian, , ilmu & agama selalu tarik menarik dan
berinteraksi satu sama lain. Terkadang antara keduanya akur, bekerjasama atau sama-sama
kerja, , terkadang saling menyerang & menghakimi, agama memandang ilmu itu
sesat, sebaliknya ilmu memandang perilaku keagamaan itu sebagai kedunguan. Ilmu butuh agama, demi kepentingan,
agar orang tidak sewenang-wenang dan mencelakakan orang lain dengan ilmu yang
mereka miliki, ilmuwan tanpa agama adalah bencana karena tidak memiliki rasa tanggung jawab moral sehingga akan
menggunakan ilmunya untuk kepentingan sendiri tanpa peduli dengan sesama,jadi jelaslah
bahwa Ilmu tanpa agama buta.
Agama belajar dari ilmu, tentang
cara-cara apa yang akan menyumbang pencapaian tujuan-tujuan yang telah
ditetapkannya. Dengan ilmu yang benar kita bisa
lebih benar dalam menjalankan ajaran agama, lurus jalannya. Agama
tanpa ilmu akan sesat di kegelapan, betapa banyak dari kita beramal tanpa
didasari ilmu pengetahuan yang cukup, padahal setiap ibadah yang kita lakukan
haruslah berada dalam tuntunan ilmu yang cukup. Tanpa ilmu kita tidak akan
mampu mengembangkan pikiran kita sehingga kita tidak bisa berbuat banyak untuk
hal-hal yang bermanfaat bagi orang banyak. Meskipun ajaran suatu agama sangat
mulia, akan tetapi kalau manusia yang mentafsirkan ajaran tersebut dengan cara
yang salah karena kurangnya ilmu, maka ilmu dan teknologi apapun juga dapat
menjadi hal yang mengerikan. ,
Sebaik apapun agama kita, tanpa ilmu
maka kita tak tau mana yang benar dan mana yang salah, serta mudah diperalat
oleh orang lain. Dan hal ini juga akan mengakibatkan kehancuran, malapetaka
juga.
Jadi
jelaslah bahwa agama tanpa ilmu lumpuh
Kesimpulannya bahwa
agama dan ilmu saling terkait dan saling ketergantungan satu sama yang lain
agar terjadi keseimbangan yang bisa menghasilkan karya yang bermanfaat dalam
menata diri, berperilaku, bermasyarakat, berbangsa, bernegara serta bagaimana
manusia memaknai hidup dan kehidupan. Keduanya ibarat dua mata uang yang tidak
bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya. Keduanya harus kita pelajari secara
mendalam, sebagai penuntun kita dalam menjalani kehidupan. Buta dan lumpuh akan
menjadi kendala dalam kehidupan, maka jangan pernah tinggalkan agama dan ilmu,
agar hidup lebih bermakna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar