TUGAS
FILSAFAT ILMU
Carilah
pengertian dari :
1.
Proposisi
2. Premis
3. Aksioma
4. Asumsi
5. Hipotesis
Pembahasan :
1.
PROPOSISI
adalah “pernyataan dalam bentuk
kalimat yang memiliki arti penuh, serta mempunyai nilai benar atau salah, dan
tidak boleh kedua-duanya”.
Maksud kedua-duanya ini adalah dalam
suatu kalimat proposisi standar tidak boleh mengandung 2 pernyataan benar dan
salah sekaligus.
Rumus ketentuannya :
Q + S + K
+ P
Keterangan :
Q : Pembilang / Jumlah
(ex: sebuah, sesuatu, beberapa, semua, sebagian, salah satu, bilangan satu s.d. tak terhingga)
Q boleh tidak ditulis, jika S (subjek) merupakan nama dan subjek yang pembilang nya sudah jelas berapa jumlahnya :
a. Nama (Pram, Endah, Ken, Missell, dll)
b. Singkatan (PBB, IMF, NATO, RCTI, ITC, NASA, dll)
c. Institusi (DPRD, Presiden RI, Menteri Keuangan RI, Trans TV, Bank Mega, Alfamart, Sampurna, Garuda Airways, dll)
Q : Pembilang / Jumlah
(ex: sebuah, sesuatu, beberapa, semua, sebagian, salah satu, bilangan satu s.d. tak terhingga)
Q boleh tidak ditulis, jika S (subjek) merupakan nama dan subjek yang pembilang nya sudah jelas berapa jumlahnya :
a. Nama (Pram, Endah, Ken, Missell, dll)
b. Singkatan (PBB, IMF, NATO, RCTI, ITC, NASA, dll)
c. Institusi (DPRD, Presiden RI, Menteri Keuangan RI, Trans TV, Bank Mega, Alfamart, Sampurna, Garuda Airways, dll)
S : Subjek adalah sebuah kata atau
rangkaian beberapa kata untuk diterangkan atau kalimat yang dapat berdiri
sendiri (tidak menggantung).
K : Kopula, ada 5 macam : Adalah, ialah,
yaitu, itu, merupakan.
P : Kata benda (tidak boleh kata sifat,
kata keterangan, kata kerja).
Contoh :
1. Gedung MPR terletak 500 meter dari jembatan Semanggi.
1. Gedung MPR terletak 500 meter dari jembatan Semanggi.
Jawaban :
1. Cari P (kata bendanya dulu) : Gedung MPR atau Jembatan Semanggi,
2. Pasang K (kopula) yang cocok : adalah
3. Bentuk S (subjek) yang relevan : (lihat contoh)
4. Cari bentuk Q – nya yang sesuai.
1. Cari P (kata bendanya dulu) : Gedung MPR atau Jembatan Semanggi,
2. Pasang K (kopula) yang cocok : adalah
3. Bentuk S (subjek) yang relevan : (lihat contoh)
4. Cari bentuk Q – nya yang sesuai.
Benar :
Sebuah + gedung yang terletak 500
meter dari jembatan Semanggi + adalah + gedung MPR.
2.
PREMIS
ialah pernyataan yang digunakan
sebagai dasar penarikan kesimpulan. Merupakan kesimpulan yang ditarik
berdasarkan premis mayor dan premis minor. Subjek pada kesimpulan itu merupakan
term minor. Term menengah menghubungkan term mayor dengan term minor dan tidak
boleh terdapat pada kesimpulan. Perlu diketahui, term ialah suatu kata atau
kelompok kata yang menempati fungsi subjek (S) atau predikat (P).
Contoh:
(1) Semua cendekiawan adalah manusia
pemikir
(2) Semua ahli filsafat adalah
cendekiawan
(3) Semua ahli filsafat adalah manusia
pemikir.
3. AKSIOMA
Aksioma adalah pendapat yang
dijadikan pedoman dasar dan merupakan Dalil Pemula, sehingga kebenarannya tidak
perlu dibuktikan lagi, atau
Aksioma
yaitu suatu pernyataan yang diterima sebagai kebenaran dan bersifat umum, tanpa
memerlukan pembuktian.
Beberapa
aksioma yang diperlukan dalam geometri ruang dikemukakan oleh EUKLIDES.
Aksioma dasar dalam geometri antara lain:
Aksioma dasar dalam geometri antara lain:
1.
Melalui dua titik sembarang hanya dapat dibuat sebuah garis lurus.
2. Jika sebuah garis dan sebuah bidang mempunyai dua titik persekutuan, maka garis itu seluruhnya terletak pada bidang.
3. Melalui tiga buah titik sembarang hanya dapat dibuat sebuah bidang.
4. Melalui sebuah titik yang berada di luar sebuah garis tertentu, hanya dapat dibuat sebuah garis yang sejAjar dengan garis tertentu tersebut.
2. Jika sebuah garis dan sebuah bidang mempunyai dua titik persekutuan, maka garis itu seluruhnya terletak pada bidang.
3. Melalui tiga buah titik sembarang hanya dapat dibuat sebuah bidang.
4. Melalui sebuah titik yang berada di luar sebuah garis tertentu, hanya dapat dibuat sebuah garis yang sejAjar dengan garis tertentu tersebut.
Aksioma
bukan istilah matematika. Aksioma adalah sebuah pernyataan logika, yang bisa
diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan. Contoh sebuah aksioma sosial adalah,
kebudayaan yang tidak tumbuh berkembang adalah kebudayaan yang mati. Atau
kita juga mengenal aksioma dalam informasi
(Bowers&Bradac):
1.a. Komunikasi adalah
transmisi dan penerimaan informasi
1.b. Komunikasi adalah
penggenerasian (pemanfaatan) makna
2.a. Komunikasi adalah
prilaku individual
2.b. Komunikasi adalah
hasil interaksi dari hubungan antar individu
dan seterusnya...
4. ASUMSI
asumsi (plural: asumsi-asumsi; posesif orang
pertama: asumsiku, kedua: asumsimu, ketiga: asumsinya; partikula: asumsikah, asumsilah)
1.
dugaan yang diterima sebagai dasar
2.
landasan berpikir karena dianggap benar.
meng·a·sum·si·kan v menduga; memperkirakan; memperhitungkan; meramalkan
5. HIPOTESIS
Hipotesa berasal dari penggalan kata ”hypo”
yang artinya ”di bawah” dan thesa” yang artinya ”kebenaran”, jadi hipotesa yang
kemudian cara menulisnya disesuaikan dengan ejaan Bahasa Indonesia menjadi
hipotesa dan berkembangan menjadi Hipotesa.
Pengertian Hipotesa menurut Sutrisno
Hadi adalah tentang pemecahan masalah. Sering kali peneliti tidak dapat
memecahkan permasalahannya hanya dengan sekali jalan. Permasalahan itu akan
diselesaikan segi demi segi dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk
tiap-tiap segi, dan mencari jawaban melalui penelitian yang dilakukan.
Dari kedua pernyataan tersebut di atas
dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis adalah suatu dugaan yang perlu
diketahui kebenarannya yang berarti dugaan itu mungkin benar mungkin salah.
Jenis-jenis
Hipotesa
Menurut Suharsimi Arikunto, jenis
Hipotesa penelitian pendidikan dapat di golongkan menjadi dua yaitu :
1. Hipotesa Kerja, atau disebut juga
dengan Hipotesa alternatif (Ha). Hipotesa kerja menyatakan adanya hubungan
antara variabel X dan Y, atau adanya perbedaan antara dua kelompok.
2. Hipotesa Nol (Null hypotheses) Ho.
Hipotesa nol sering juga disebut Hipotesa statistik,karena biasanya dipakai
dalam penelitian yang bersifat statistik, yaitu diuji dengan perhitungan
statistik. Bertolak pada pemikiran diatas dapat penulis kemukakan bahwa
dalam penelitian ini penulis mengajukan hipotesis kerja dan hipotesis
nihil (nol).
Contoh Hipotesa yang diajukan dalam
penulisan penelitian.
Hipotesis Kerja (H1) ”
Pembelajaran Matematika dengan Penerapan Model Sinektiks lebih efektif
dibandingkan dengan pembelajaran matematika tanpa Penerapan Model
Sinektiks Terhadap Proses Belajar Bidang Studi Matematika Sub Pokok Bahasan
Persamaan Linear ”.
Hipotesis Nihil (H0) ” Pembelajaran
Matematika dengan Penerapan Model Sinektiks tidak efektif dibandingkan dengan
pembelajaran matematika tanpa Penerapan Model Sinektiks Terhadap Proses Belajar
Bidang Studi Matematika Sub Pokok Bahasan Persamaan Linear ”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar